Poopee Whoopee | Popok Kain Itu Menyenangkan!

cloth diapering is fun!

My Whoopee Story: Peni Shanti Suryani

Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan popok kain alias cloth diapers (sering disebut juga clodi) menjadi salah satu perbincangan hangat, terutama di kalangan orangtua yang sedang menunggu kelahiran anaknya atau sedang mengasuh anak yang masih menggunakan popok. Salah satunya adalah Peni Shanti Suryani (28), seorang ibu rumah tangga yang mempunyai seorang anak bernama Luvidi Pranawa Alghari (1). Begitu Vidi lahir, Peni memakaikannya celana pop dan, ketika usianya menginjak 7 hari, dilanjutkan dengan clodi. Baru-baru ini kami menanyakan sejumlah pertanyaan tentang pengalamannya tersebut:

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk berpopok kain?

Alasan pertama, karena saya cinta lingkungan. Saat masih kerja dulu, tiap hari saya bawa tempat makan Lock & Lock di dalam tas. Jadi kalau mau beli makanan, nggak perlu pakai styrofoam.  Lalu waktu saya hamil, teman saya cerita tentang clodi, yaitu popok yg bisa dicuci ulang sehingga tidak ‘nyampah’. Saya jadi penasaran, hampir setiap hari saya browsing internet untuk mencari tahu tentang clodi. Setelah saya mengetahui bahwa clodi ternyata lebih hemat & sehat, saya tidak ragu memutuskan berpopok kain untuk anak saya. Selain itu clodi juga bisa di-’lungsuri’ untuk anak selanjutnya.

Apakah keluarga (pasangan/orangtua/saudara lainnya) mendukung?

Reaksi suami pertama kali: “Mahal banget.” Tetapi akhirnya suami mendukung 100% setelah saya menjelaskan positifnya menggunakan clodi & negatifnya menggunakan popok sekali pakai (sampah menumpuk, mencemari lingkungan karena terurai ratusan tahun, mengandung bahan kimia, menyebabkan ruam dan juga boros). Orang-orang lain sebagian besar mendukung, tetapi ada pula yang merasa (maaf) jijik karena harus mencuci popok yg kotor.😦 Tapi, akhirnya teman-teman dan saudara yang sedang hamil banyak lho yg konsultasi ke saya mengenai clodi. Senang rasanya bisa mengajak orang lain ke ‘jalan yang benar’.🙂

Masalah popok kain apa yang pernah dialami dan bagaimana menghadapinya?

– Mencari cutting clodi yang pas dengan bentuk badan anak. Solusinya: mencari review mengenai berbagai merek clodi di milis, forum atau bisa tanya-tanya ke penjualnya. Kalau sudah terlanjur beli clodi yang cuttingnya kurang fit di body anak, bisa kok dijual lagi. Jadi nggak rugi.🙂

– Clodi yang cepat bau pesing. Solusinya: setiap mencuci insert saya menggunakan air panas (bukan mendidih ya). Ini sangat berguna mengurangi bau pesing sehingga otomatis tidak perlu sering-sering stripping. Biasanya 2-3 bulan sekali saya stripping.

– Saat musim hujan, insert jadi lebih lama kering. Solusinya: gunakan clodi dengan sistem all-in-two karena bisa diganti insertnya saja, asalkan covernya belum bau.

Popok kain tipe apa saja yang pernah dipakai dan mana yang menjadi favorit?

All-in-two, all-in-one dan pocket. Di hari-hari pertama setelah Vidi lahir, favorit saya adalah all-in-two karena frekuensi pee dan poo newborn babies masih sering. Sistem ini memungkinkan kita mengganti insertnya saja. Tetapi yang paling favorit sekarang adalah tipe pocket karena insertnya tidak mudah bergeser dan dapat disesuaikan daya serapnya (untuk siang hari cukup 1 insert, untuk malam hari pakai 2 insert). Untuk bepergian, just in case hrs ganti buru-buru tapi nggak ada changing pad, favorit saya adalah clodi model pants atau yang side-snap karena bisa dipakaikan sambil anaknya berdiri.

Punya tips atau pengalaman seru berpopok kain yang ingin diceritakan?

Jangan ragu untuk beralih ke popok kain karena hemat, lebih sehat untuk anak dan sehat untuk lingkungan. Walaupun tidak sepraktis popok sekali pakai karena harus mencuci setiap hari, saya menikmati saat-saat mencuci, menjemur, memasang insert, kemudian merapikan clodi yg warna warni itu ke dalam lemari.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 17, 2012 by in My Whoopee Story and tagged .

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan dan mendapatkan notifikasi tulisan baru lewat email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

Berlangganan Newsletter

Bergabung bersama kami di Facebook

Bergabung bersama kami di Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: