Poopee Whoopee | Popok Kain Itu Menyenangkan!

cloth diapering is fun!

Panduan Memilih Popok Kain

“Sis, mana yang paling bagus?”

Inilah pertanyaan yang hampir selalu diajukan kepada saya. Memang, beragam merk maupun jenis popok kain atau cloth diaper (clodi) yang beredar sekarang bisa membuat kita bingung dalam memilih yang paling baik untuk anak kita, terutama kalau kita baru beralih dari popok sekali pakai. Tiba-tiba saja, kita harus berhadapan dengan sederet istilah baru dan harga jual yang berbeda-beda. Apalagi sekarang bertebaran online shop yang dengan gencar menawarkan paket promo clodi, mulai dari sekitar 10 ribu rupiah sampai mendekati 300 ribu rupiah. Rentang harga yang demikian jauh tentu membuat kita bertanya-tanya apakah ini juga menggambarkan kualitas popok yang ditawarkan.

Banyak yang bilang ada harga ada rupa, tapi menurut saya, di dunia per-clodi-an tidak ada yang benar-benar hitam atau yang benar-benar putih, Anda boleh, bahkan sangat dianjurkan, untuk memperluas pengetahuan dengan membaca sebanyak mungkin artikel maupun review popok kain. Tetapi, pada akhirnya, Anda tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pengalaman orang lain untuk menjatuhkan pilihan. Kunci yang terbaik adalah kenali anak Anda dan diri sendiri.

Lho? Ini artikel popok kain atau naskah “Chicken Soup for the Cloth Diapering Parents’ Soul”, sih?

Well, mencari popok kain yang pas memang mirip dengan mencari keseimbangan hidup, susah-susah gampang. Dan, daripada Anda semakin bingung, mari kita coba membuat semuanya lebih gampang dengan membaca beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih popok kain berikut ini:

Bentuk badan bayi

Hampir semua produsen popok kain mengklaim kalau produknya dapat digunakan pada anak dengan berat 3 – 15 kg atau sejak bayi lahir sampai memasuki fase potty training. Ini memang penting untuk diketahui, tetapi yang lebih penting adalah menyesuaikan potongan atau cutting popok dengan bentuk badan bayi.

Ada beberapa merk yang potongannya kecil sehingga lebih pas untuk bayi baru lahir atau bayi yang cenderung ramping, terutama di bagian paha. Misalnya, Circus, GG atau Pempem!. Tentunya ada juga popok yang potongannya lebih cocok untuk bayi besar atau cenderung gemuk, seperti Zigie Zag Jumbo. Rasanya tidak terlalu susah untuk mengenali bentuk badan, bukan? Nah, coba jelaskan bayi Anda termasuk di dalam kelompok yang mana kepada penjual supaya Anda mendapatkan rekomendasi yang pas.

Daya serap dan daya tahan bocor

Popok kain masa kini memiliki daya serap yang mendekati popok sekali pakai, sehingga Anda tidak perlu menggantinya setiap kali bayi pipis. Tentu popok kain yang baik memiliki daya serap yang baik pula, dalam arti mampu memenuhi kebutuhan anak. Ada beberapa hal yang perlu Anda cermati ketika membaca keterangan produk di sebuah toko popok kain atau berbincang dengan penjualnya:

– Lapisan dan bahan insert. Toko-toko popok kain biasanya mencantumkan keterangan ini pada setiap produknya. Biasanya, semakin banyak lapisan dan semakin baik bahan (paling tidak terbuat dari microfiber) sebuah insert maka semakin banyak kemampuannya menampung cairan.

– Jumlah insert. Kalau pipis anak Anda banyak, terutama kalau ia sudah beranjak besar, seringkali Anda tidak bisa hanya mengandalkan selembar insert saja. Beli insert tambahan atau cari paket popok kain dengan 2 insert atau lebih.

– Bahan outer. Lapisan luar yang bersifat menolak air akan membantu mencegah kebocoran pada popok kain. Bahan yang terbuat dari katun biasanya akan lebih cepat basah daripada yang terbuat dari PUL.

– Jahitan lingkar paha.  Jahitan yang baik dan ukuran yang pas memeluk paha bayi akan membantu menjaga cairan atau kotoran tetap berada di dalam, terutama ketika pup bayi masih encer dan banyak, sehingga mencegah terjadinya bocor samping. Oleh karena itu, sekali lagi, penting sekali untuk memastikan kalau potongan popok memang sesuai dengan bentuk badan bayi.

Nilai ekonomis

Salah satu alasan mengapa popok kain lebih baik daripada popok sekali pakai adalah penggunaan popok kain menghemat lebih banyak uang. Namun, ini tidak akan terjadi kalau Anda tidak dapat menemukan popok kain yang cocok.

Ingat pepatah “teliti sebelum membeli” kalau Anda benar-benar ingin mendapatkan value for money. Seringkali harga yang lebih murah belum tentu lebih hemat. Perhatikan bahan yang digunakan dalam popok kain yang Anda inginkan. Beberapa jenis bahan memang lebih mahal, seperti bamboo atau hemp.  Selain itu, lapisan luar popok kain yang dilapisi PUL juga biasanya lebih mahal daripada katun. Tetapi, kalau memang anak Anda termasuk heavy-wetter dan memang membutuhkan bahan-bahan yang lebih baik menampung maupun menahan cairan, mungkin tidak ada salahnya memperbanyak koleksi popok kain semacam itu. Beberapa merk yang dapat diandalkan misalnya Circus, GG, Pempem!, Zigie Zag dan Babyland.

Sebaliknya, jika anak Anda baru lahir dan masih harus sering ganti popok, Anda bisa memulai dengan prefolds atau alas ompol yang digabung dengan waterproof cover. Ketika si kecil sudah lebih besar, prefolds dan alas ompol tetap dapat digunakan sebagai insert. Contohnya adalah Cilipopo, Circus dan Lil G.

Perhatikan juga berapa insert yang termasuk dalam satu paket. Anak yang banyak pipisnya akan membutuhkan minimal 2 insert dalam 1 popok untuk sekali pakai. Penggunaan malam hari juga membutuhkan insert yang lebih banyak dibandingkan siang hari. Perkirakan kebutuhan anak dan pilih paket yang sesuai. Biasanya semakin banyak insert yang dimasukkan dalam satu paket, harganya akan semakin ekonomis.

Sekedar tip, coba bereksperimen dengan memadumadankan popok dengan insert dari merk lain yang menurut Anda lebih baik, atau mencampur jenis maupun merk insert dalam satu popok. Ini bisa menjadi salah satu cara hemat untuk menambah daya serap popok.

Tingkat toleransi dan gaya hidup orangtua atau pengasuh

Popok kain yang paling bagus adalah popok kain yang cocok bagi bayi maupun orangtua atau pengasuhnya. Oleh karena itu, kedua hal di atas penting untuk dipertimbangkan ketika memilih popok kain.

Kalau Anda sering bepergian atau memang tidak berminat untuk terlalu sering mengganti popok karena tidak mempunyai asisten, misalnya, popok kain dengan bahan outer berlapis PUL adalah pilihan yang pas. Kemungkinan besar Anda pun memerlukan insert lebih dari satu untuk satu popok dan terbuat dari bahan berdaya serap tinggi. Kalau tidak, Anda tentu akan kesal mendapati popok yang baru sebentar sudah terasa lembab dari luar.

Kenali pula jenis-jenis popok kain yang tersedia, seperti pocket diaper, AIO, AI2, one-size, pull-up, dan sebagainya. Salah satu bahan yang bisa Anda baca adalah Kamus Popok Kain Versi Poopee Whoopee. Masing-masing tipe mempunyai keunggulan dan kelemahannya sendiri, serta didesain untuk situasi yang berbeda-beda. Coba diskusikan ini dengan penjual untuk menentukan mana yang paling sesuai untuk situasi dan kondisi anak maupun Anda sendiri. Ada kemungkinan Anda akan diuntungkan jika memiliki beberapa tipe.

Terkadang, walaupun sudah berkonsultasi panjang lebar dengan penjual, cara yang paling baik untuk mengetahui apakah sebuah merk atau jenis popok kain sesuai atau tidak adalah dengan mencobanya langsung. Kalau Anda baru mulai menggunakan popok kain, siapkan dana penelitian untuk mencoba beberapa merk dan jenis sekaligus karena yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok juga dengan Anda. Setelah mengetahui mana yang paling cocok, barulah Anda bisa mulai memperbanyak stok popok kain pilihan Anda tersebut.

Semoga setelah membaca tulisan ini Anda tidak terlalu bingung lagi mencari popok yang paling bagus. Dan mudah-mudahan, bersama popok kain, Anda menemukan keseimbangan dalam hidup.😉

Hubungi kami lewat email ke poopeewhoopee@gmail.com atau sms ke 0878 8288 9002 (pengguna BB boleh meminta pin kami) untuk pertanyaan lebih lanjut tentang produk yang ada di toko kami.

Kunjungi toko kami di Multiply atau Facebook, dan ikuti tweets kami tentang popok kain. Anda juga bisa berlangganan newsletter kami dengan mengisi formulir ini dan dapatkan info seputar popok kain serta promo khusus pelanggan langsung di kotak surat Anda.

Silakan gunakan artikel ini, tetapi jangan lupa menyebutkan atau mencantumkan kami atau halaman ini sebagai sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 21, 2012 by in Artikel and tagged .

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan dan mendapatkan notifikasi tulisan baru lewat email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

Berlangganan Newsletter

Bergabung bersama kami di Facebook

Bergabung bersama kami di Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: