Poopee Whoopee | Popok Kain Itu Menyenangkan!

cloth diapering is fun!

My Whoopee Story: Christine Julyana Siagian

Masih banyak yang beranggapan bahwa popok kain merepotkan dan tidak praktis. Apalagi jika orangtua bekerja penuh waktu dan harus mempercayakan orang lain untuk mengasuh si kecil hampir setiap hari. Tetapi, ternyata ada juga yang membuktikan sebaliknya. Christine Julyana Siagian (28 thn) adalah seorang ibu dan pegawai BUMN dengan dua anak, Elisha R. Pauline Sibuea (2 thn, 8 bln) dan Fernando Samuel Sibuea (6 bln). Dengan berbagai tantangan yang harus dihadapinya, Christine tetap memakaikan popok kain pada kedua anaknya dan terus berlanjut sampai sekarang. Yuk, kita baca obrolan kami dengannya berikut ini:

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk berpopok kain?

Saya pertama kali mendengar istilah cloth diaper (clodi) di tahun 2010 lewat Twitter, tepatnya di timeline @widimulia, salah satu personel Be3. Saya mention beliau dan tahu-tahu ada yang me-retweet dan mention ke @poopeewhoopee.

Saya memutuskan berclodi karena saya ingin memakaikannya pada anak pertama saya, Elisha, yang masih ngompol kalau tidur. Jadi dulu waktu mulai, Elisha sudah dalam tahap toilet training dan hanya menggunakan clodi pada saat tidur siang dan malam. Selebihnya, Elisha hanya menggunakan celana saja karena saya memang sedang melatih Elisha untuk pipis & pup di WC.

Saya juga ingin membantu mengurangi sampah karena ternyata proses penguraian sampah pospak membutuhkan waktu yang sangat lama.

Apakah keluarga mendukung?

Suami saya mendukung penggunaan clodi. Tapi, Mama saya kurang mendukung karena menurut beliau kalau clodi sudah kena pipis, jadinya basah/lembab dan tidak bagus untuk Elisha. Saya menghadapinya dengan ‘tambeng’ alias maju terus pantang mundur. Tapi saat anak-anak sedang dijaga orangtua, mau nggak mau harus pasrah deh. Jadilah kalo saya pergi kerja, ketika tidur siang mereka memakai pospak.

Masalah popok kain apa yang pernah dialami dan bagaimana menghadapinya, terutama yang berhubungan dengan memakaikan popok kain pada dua anak?

Stok clodi yang menipis terutama di musim hujan. Waktu dulu sebelum ada Samuel, stok clodi sangat mencukupi sehingga nggak khawatir walaupun clodi belum kering. Nah, sejak ada Samuel penggunaan clodi bertambah. Solusinya adalah menggunakan clodi hanya pada saat tidur siang atau malam saja sementara selebihnya Samuel hanya menggunakan celana.

Kalau masalahnya adalah daya serap clodi yang berkurang, solusinya stripping clodi.

Popok kain tipe apa saja yang pernah dipakai dan mana yang menjadi favorit?

Saya sudah pernah pakai clodi bersistem pocket dan all-in-two (AI2) atau diaper cover. Merk yang saya sudah punya antara lain GG, Coolababy, Pempem, Cluebebe, Zigie Zag, Babyland dan Circus.

Favorit saya Babyland. Waktu baru mulai mencoba clodi saya belum memilih Babyland. Namun sejak direkomendasikan Poopee Whoopee dan ternyata memang cocok ke Elisha, saya jadi jatuh cinta pada Babyland.

Kalau sekarang untuk anak kedua saya, Samuel, saya lebih memilih Circus Diapers. Jatuh cinta sejak dikirimin paket perkenalan dari Poopee Whoopee.

Punya tips atau pengalaman seru berpopok kain yang ingin diceritakan, terutama yang berhubungan dengan memakaikan popok kain pada dua anak?

Karena Elisha sudah terbiasa ber-clodi, sejak Samuel lahir, dia juga sering membantu saya untuk menyiapkan clodi adiknya.

Untuk Elisha sendiri, setiap mau tidur dia sangat excited memilih clodi mana yang mau dia pakai. Kalau saya yang pilih dan dia nggak setuju, mau nggak mau harus saya simpan kembali dan tukar dengan pilihannya. Malahan seringkali dia juga semangat untuk memakai sendiri clodinya.

Tips untuk berclodi bagi yang orangtuanya nggak mendukung pemakaian clodi:

–          Berikan alasan-alasan yang logis seperti pencemaran lingkungan. Tapi kalo ternyata masih juga belum setuju, mau nggak mau kita juga harus ‘keras kepala’. Hehehe…

–          Coba cara ekstrim dengan tidak menyediakan pospak sama sekali di rumah.

–          Atau juga bisa pakai perantara anak kita kalau si anak sudah bisa bicara. Jelaskan ke anak kita kenapa dia harus pake clodi dan tidak pakai pospak. Minta si anak mengulangi ke orangtua kita alasan-alasan itu.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 23, 2012 by in My Whoopee Story and tagged .

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan dan mendapatkan notifikasi tulisan baru lewat email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

Berlangganan Newsletter

Bergabung bersama kami di Facebook

Bergabung bersama kami di Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: