Poopee Whoopee | Popok Kain Itu Menyenangkan!

cloth diapering is fun!

Memilih Insert: Bamboo atau Microfiber?

Banyaknya tipe dan jenis popok kain yang tersedia kadang membuat kita kebingungan menentukan pilihan, termasuk memilih di antara insert bamboo dan microfiber. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui lebih banyak sebelum akhirnya mencoba.

Perbedaan insert microfiber dan bamboo yang paling mendasar tentu dari bahannya. Microfiber adalah serat sintetis sementara bamboo serat alami (beberapa merk juga mengklaim kalau serat bamboonya organik) dan masing-masing punya karakteristik tersendiri. Microfiber terkenal punya daya serap ok dengan harga ekonomis. Kalau kepepet pun bisa pakai kain microfiber untuk keperluan rumah tangga yang bisa ditemukan di sejumlah supermarket. Tapi microfiber biasanya agak tebal dan tidak bisa kena kulit langsung karena akan membuat kulit terlalu kering. Jadi pemakaiannya harus dimasukkan ke dalam pocket diaper atau kalau mau dipakai sebagai soaker pad harus dilapisi nappy liner dulu. Sementara insert bamboo aman kena kulit langsung dan sering disebut-sebut bersifat anti alergi dan anti bakteri secara alami. Insert bamboo juga biasanya cenderung lebih tipis dan punya daya serap yang sangat baik.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana produk insert bamboo dari produsen yang berbeda biasanya akan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Misalnya, insert bamboo Pempem! yg jauh lebih tipis (dan lemas) dibanding insert bamboo Babyland. Hal ini disebabkan karena insert bamboo Babyland sebenarnya adalah microfiber yang dibungkus dengan lapisan bamboo.

Insert bamboo Pempem! memang tipis, tetapi insert ini punya daya tampung yang sama dengan insert microfiber biasa. Ketipisannya ini untuk sebagian orang mungkin bisa dilihat sebagai kekurangan karena saking tipis dan lemasnya ada kemungkinan bergeser di dalam pocket, apalagi kalau si kecil sudah aktif. Tapi kekurangan tersebut bisa dengan mudah disiasati.  Gabung saja dengan microfiber dan insert bamboo Pempem! tidak akan mudah bergerak lagi. Kita tidak perlu khawatir popok kain akan menjadi terlalu tebal, seperti kalau kita menggabungkan dua insert microfiber, karena tipisnya insert ini. Nah, inilah salah satu yang menyenangkan dalam berpopok kain. Dengan sedikit eksperimen, kekurangan bisa berubah jadi keunggulan.

Ada juga insert Circus dengan bahan campuran bamboo, katun organik dan Coolplus fleece. Sama seperti Pempem! insert ini juga tipis, tetapi tidak selicin atau selemas Pempem! Dengan daya serap dan daya tampung seperti microfiber yang jauh lebih tebal, sebenarnya 2 lembar insert Circus Combo sudah sangat memadai. Tetapi, untuk si kecil yang tergolong heavy-wetter atau untuk penggunaan malam, kita tidak perlu cemas ketika merasa harus menambahkan insert tambahan lagi sebagai booster karena insert ini sangat tipis.

Kalau kita kembali lagi ke pertanyaan di judul tulisan ini, saya akan menjawabnya dengan mengulang apa yang selalu saya katakan pada pelanggan, pemakaian popok kain sangat tergantung kebutuhan anak serta selera dan gaya hidup orangtuanya (di dalamnya tentu juga termasuk budget). Jadi, saya akan menyarankan, terutama bagi yang baru pertama kali berpopok kain, untuk mencoba beberapa merk atau tipe terlebih dahulu sebelum berinvestasi dengan beli sekaligus banyak satu merk atau tipe saja. Dan, tentu saja, jangan takut untuk bereksperimen karena setiap anak dan setiap keluarga adalah unik.

Silakan gunakan artikel ini, tetapi jangan lupa menyebutkan atau mencantumkan kami atau halaman ini sebagai sumbernya.

Hubungi kami lewat email ke poopeewhoopee@gmail.com atau sms ke 0878 8288 9002 (pengguna BB boleh meminta pin kami) untuk pertanyaan lebih lanjut tentang produk yang ada di toko kami.

Kunjungi toko kami di Multiply atau Facebook, dan ikuti tweets kami tentang popok kain. Anda juga bisa berlangganan newsletter kami dengan mengisi formulir ini dan dapatkan info seputar popok kain serta promo khusus pelanggan langsung di kotak surat Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 16, 2012 by in Artikel and tagged , , , , , , .

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan dan mendapatkan notifikasi tulisan baru lewat email.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

Berlangganan Newsletter

Bergabung bersama kami di Facebook

Bergabung bersama kami di Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d blogger menyukai ini: